Laman

Selasa, 28 September 2010

Kamus Mobile Telekomunikasi


AGCH (Access Grant CHannel) adalah sebuah Common Control CHannel (CCCH) yang digunakan hanya pada arah downlink dan pada time slot genap (0,2,4, dan 6) dari BCCH-TRX. AGCH digunakan untuk mengg-assign SDCCH dari BTS ke MS dan mengirimkan sinyal IMM_ASS (IMMediate ASSign). Karena proces pengiriman IMM_ASS ini bersifat point to multi point, maka tidak diperlukan header dalam process pengirimannya. Tergantung dari channel configurasi yang dipilih, AGCH akan men-share channel downlink CCCH yang available dengan channel paging (PCH) dan SDCCH. Kecapatan transmisi utk setiap blok AGCH  adalah sebesar 782 bps

Asynchronous Time Division Multiplexing (ATDM

Asynchronous Time Division Multiplexing (ATDM) adalah teknik multiplexing dalam system penyaluran berbasis kanal dimana tidak dilakukan scaning informasi berdasarkan periode waktu tertentu sehingga paket-paket data dari satu sumber informasi tidak akan ditempatkan pada time slot yang sama, seperti halnya pada STDM, melainkan pada time slot yang acak. Karena itu, bila pada STDM informasi dikenali dari nomor time slot, maka dalam ATDM tidak bisa. Pengenal informasi dalam ATDM adalah nomor VCI/VPI yang terdapat pada header-nya.
Karena tidak ada proses scanning yang bersiklus tetap terhadap input dan tidak terdapat pengalokasian time slot yang tetap untuk setiap input-nya, maka ketika di beberapa input tidak terdapat informasi, di output tidak akan terdapat time slot yang kosong. Karena time slot di output akan diisi oleh informasi dari sembarang input lainnya, sehingga tingkat utilitas output akan menjadi tinggi.

Abis-Interface adalah interface antara BTS dan BSC. Abis-interface adalah sebuah interface PCM 32, sama seperti interface terestrial lainnya di GSM. Kecepatan transmisi pada Abis-interface adalah 2.048 Mbps, yang dibagi dalam 32 kanal dengan kecepatan masing-masingkanal sebesar 64 Kbps. Protocol-protocol di Abis-interface sangat bersifat vendor specifik, konsekwensinya, sebuah BTS dari pabrikan vendor A tidak bisa dihubungkan dengan BSC dari 

pabrikan vendor B.

Asyncrhonous Tranfer Mode (ATM)

ATM (Asyncrhonous Tranfer Mode) adalah suatu teknologi yang dapat menyalurkan dan melayani semua jenis service seperti suara, data , dan gambar dalam satu jaringan digital yang terintegrasi. ATM Merupakan teknologi yang mendukung komunikasi broadband, dimana satu saluran dapat digunakan untuk mentransmisikan informasi yang berbeda-beda jenisnya dengan kecepatan yang relatif tinggi.
ATM menyalurkan informasi dengan menggabungkan prinsip dari dua teknologi pendahulunya, yaitu cara sinkron yang berbasis kanal dan cara tak sinkron dengan panjang paket tidak tetap. Dalam ATM digunakan panjang paket yang tetap yaitu 53 byte, dimana 48 byte digunakan sebagai byte informasi dan 5 byte sebagai header. Dalam paket yang disebut sel inilah berbagai jenis informasi itu ditampung dan di transmisikan.
Service-service dalam ATM dapat dikategorikan dalam beberapa jenis, dimana tiap-tiap sevice itu mempunyai standart Quality of Service (QoS) yang berbeda-beda. Jenis-jenis service yang dimaksud adalah : Constant Bit Rate (CBR), Variable BIT Rate (VBR), Available Bit Rate (ABR), dan Unspecified Bit Rate (UBR). Adanya perbedaan Quality of Sevice pada masing-masing service ini mengakibatkan adanya perbedaan perlakuan jaringan ATM terhadap informasi yang ditransmisikan, sehingga jaringan harus cukup pintar untuk menentukan informasi mana yang memmpunyai prioritas lebih tinggi untuk ditransmisikan.
Jenis-jenis layanan dalam ATM adalah :
Constant Bit Rate (CBR) adalah kategori layanan dalam ATM yang didisain untuk mendukung aplikasi yang membutuhkan kecepatan transmisi yang bisa dijamin konsistensinya sepanjang hubungan berlangsung (highly predictable transmission rate). CBR menjaga hubungan sinkronisasi antar pengguna akhir selama hubungan berlangsung. CBR pada dasarnya ditargetkan untuk mendukung aplikasi layanan suara (telephony) yang toleransi terhadap delay jaringannya sangat ketat.
Variable Bit Rate (VBR) adalah kategori layanan dalam ATM yang ditujukan bagi aplikasi yang kurang sensitif terhadap variasi kecepatan. Kategori layanan ini memberikan jaminan terhadap suatu kecepatan standar yang disebut sustainable cell rate-SCR, tetapi pengguna masih dimungkinkan untuk melebihi kecepatan tersebut sampai dengan suatu kecepatan maksimum yang disebut Peak Cell Rate-PCR, selama trafik di jaringan belum maksimal. Berdasarkan ketergantungannya terhadap aspek waktu (atau delay jaringan) VBR dikelompokkan lebih jauh ke dalam dua jenis layanan sebagai berikut: Real Time (rt-VBR) dan Non Real Time (nrt-VBR)
Real Time Variable Bit Rate ( Rt-VBR) adalah jenis layanan ATM yang ditujukan untuk aplikasi yang mempunyai ketergantungan relatif tinggi terhadap delay tetapi agak longgar terhadap variasi kecepatan. Pengguna jaringan sama-sama menunggu suatu respon, dan memelihara timing relationships selama hubungan berlangsung. Contoh aplikasi yang mungkin menggunakan layanan ini misalnya, Video conferencing, dan telepon (voice) yang menggunakan teknik kompresi dan silence suppression (teknik yang memanfaatkan waktu jeda bicara untuk diisi pengguna lain dengan metoda statistical bandwidth sharing).
Non Time Variable Bit Rate (Nrt-VBR) adalah jenis layanan ATAM yang ditujukan untuk i aplikasi aplikasi yang mempunyai “toleransi yang lebih longgar” terhadap delay jaringan sehingga tidak membutuhkan timing relationships yang terlalu ketat antar sisi penggunanya (interaksi antar user tidak terlalu tinggi). Aplikasi non real time seperti store and forward video, atau aplikasi data yang membutuhkan performansi tinggi atau cell loss rendah (misalnya aplikasi transaksi) merupakan kandidat potensial untuk kategori layanan nrt-VBR.
Available Bit Rate (ABR) adalah kategori layanan yang didisain untuk aplikasi data yang membutuhkan probabilitas cell loss rendah, tetapi memberikan toleransi terhadap variasi kecepatan transmisi dan delay jaringan. Dengan ABR, keberadaan sumber daya jaringan (network resource) dijamin dalam batas minimum. Tetapi saat jaringan idle, pengguna dimungkinkan untuk mengirimkan informasinya secara maksimum (bursting) sampai pesan pemberitahuan congestion (sibuk) dari jaringan diterima. Aplikasi yang potensial untuk kategori layanan UBR misalnya Web browser.
Unspecified Bit Rate (UBR) adalah jenis layanan ATM yang mempunyai kemungkinan loss yang paling besar. Kategori layanan ini dapat dimisalkan seperti kita naik pesawat sebagai penumpang cadangan, kemudian setelah sampai di atas ketahuan bahwa bebannya lebih (overweight), dalam kasus seperti ini maka kita merupakan penumpang pertama yang akan diterjunkan melalui parasut (dalam hal ini buffer), tetapi bila ternyata persedian parasut-pun habis berarti kitalah penumpang pertama yang akan ditendang ke angkasa! (dengan kata lain cell UBR adalah cell yang mempunyai kemungkinan paling besar untuk hilang – highest cell loss probability). Aplikasi yang cocok untuk kategori layanan ini misalnya e-mail.
AMPS (Advanced Mobile Phone Service) adalah teknologi mobile telephon generasi pertama (1G) yang masih menggunakan system analog FDMA (Freqwency Division Multiple Access). AMPS beroperasi pada frekwensi 800 MHz, 821 – 849 MHz untuk base station receiving dan 869 – 894 MHZ untuk base station transmitting. Karena masih mengunakan teknologi analog, AMPS memiliki beberapa kekurangan antara lain :
  • Kapasitasnya masih terbatas, karena dalam system analog penggunaan suatu kanal akan dedicated untuk suatu subscriber. Maka pada saat subscriber itu tdk dalam keadaan berkomunikasi, kanal itu tdak dapat digunakan oleh subscriber lain.
  • Feature yang ditawarkan masih terbatas pada suara.
  • Keamanan, dimana system analog sangat gampang utk disadap.
AMPS pertama kali diuji coba di Chicago pada tahun 1978. Berikutnya pada tahun 1981 AMPS mulai digunakan di Jepang dan berkembang ke beberapa Negara Eropa dan Asia lainnya.
Selain AMPS, di Amerika Serikat juga berkembang variant dari AMPS yang disebut NAMPS (Narrow band AMPS), yang dikembangkan oleh Motorola. NAMPS masih menggunakan sistem radio analog, sama dengan AMPS, uplink dan downlink frekwensinya juga masih sama dengan AMPS. Bedanya ialah, NAMPS menggunakan kanalyang lebih sempit (10 KHz) daripada yang digunakan AMPS (30 kHz). Akibatnya jumlah kanal yang diperoleh akan 3 kali lebih banyak, yang berarti kapasitasnya juga bertambah menjadi 3 kalinya.
Pada tahap selanjutnya, AMPS berkembang menjadi DAMPS (Digital AMPS) atau dikenal juga dengan sebutan IS-45B, dimana kanal voice-nya sudah menggunakan teknologi digital dengan menggunakan TDMA (Time Division Multiple Access), tetapi kanal signaling-nya masih analog. Dengan TDMA, setiap kanal dibagi-bagi dalam time slot – time slot yang dapat digunakan secara bersama-sama oleh semua user. Sehingga utilisasi dapat ditingkatkan dan capasitas juga meningkat.
Selanjutnya, DAMPS atau IS-45B berkembang menjadi IS-136, dengan menggunakan kanal voice dan kanal signaling yang sudah diditalisasi. IS-136 dapat beroperasi pada frekwensi 800 MHZ dan 1900 MHz. Di Amerika Utara, IS-136 ini dikenal dengan sebutan PCS (Personal Communication Service).
A-Interface  adalah interface antara BSC dan MSC. Secara phisik, A-interface terdiri dari satu atau lebih link PCM antara MSC dan BSC, dimana tiap-tiap linknya berkapasitas 2 Mbps. A-interface dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu :
  • Bagian antara BTS dan TRAU, dimana data yang ditansmisikan masihd alam bentuk yang dikompress.
  • Bagian antara TRAU dan MSC, diman adata yang ditransmisikan tidak dalam bentuk yang dikompress.
A-interface menggunakan SS7 dengan SCCP sebagai usre partnya.GSM menggunakan signalling standart yang sudah ada  (SS7 plus SCCP) pada A-interface dan sebuah applikasi baru, yaitu BSSAP (Base Station Sub-system Application Part). BSSAP dapat dibagi menjadi 2 bagian, yaitu : Base Station Sub-system Management Application Part (BSSMAP) dan Direct Transfer Application Part (DTAP). Gambar di bawah ini menunjukan diagaram A-Interfcae dalam stack OSI layer.


 
BSSMAP terdiri dari informasi yang ditransmisikan antara BSC dan MSC, dimana informasi tsb diproces oleh BSC. Seperti PAGING, HND_CMD, dan informasi RESET. Secara umum, BSSMAP mengandung semua informasi yang dipertukarkan sebagai Radio Resource Management antara MSC dan BSC, dan juga message yang digunakan sebagai control task antara BSC dan MSC.
DTAP mengandung semua informasi yang dipertukarkan antara sebuah subsystem NSS dan MS. Message-message ini transparan untuk BSS. Message-message ini meliputi semua informasi yang digunakan untuk Mobility Management, kecuali LOC_UPD_REQ, IMSI_DET_IND, dam CM_SERV_REQ.
Base Transceiver Station (BTS) adalah bagian dari network element GSM yang berhubungan langsung dengan Mobile Station (MS). BTS berhubungan dengan MS melalui air-interface dan berhubungan dengan BSC dengan menggunakan A-bis interface. BTS berfungsi sebagai pengirim dan penerima (transciver) sinyal komunikasi dari/ke MS serta menghubungkan MS dengan  network element lain dalam jaringan GSM (BSC, MSC, SMS, IN, dsb) dengan menggunakan radio interface. Secara hirarki, BTS akan terhubung ke BSC, dalam hal ini sebuah BSC akan mengontrol kerja beberapa BTS yang berada di bawahnya.  Karena fungsinya sebagai transceiver, maka bentuk pisik sebuah BTS pada umumnya berupa tower dengan dilengkapi antena sebagai transceiver, dan perangkatnya. Sebuah BTS dapat mecover area sejauh 35 km (hal ini sesuai dengan nilai maksimum dari Timing Advance (TA)). Fungsi dasar BTS adalah sebagai Radio Resource Management, yaitu melakukan fungsi-fungsi yang terkait dengan :
  • meng-asign channel ke MS pada saat MS akan melakukan pembangunan hubungan.
  • menerima dan mengirimkan sinyal dari dan ke MS, juga mengirimkan/menerima sinyal dengan frekwensi yang berbeda-beda dengan hanya menggunakan satu antena yang sama.
  • mengontrol power yang di transmisikan ke MS.
  • Ikut mengontrol proces handover.
  • Frequency hopping
Gambar di bawah ini menunjukan blok diagram sebuah BTS dengan sebuah TRX.
  • Module Transmitter/Receiver : Module ini berfungsi untuk menerima dan mengirimkan signal dari/ke MS dan dari/ke BSC. Proces-proces digital sinyal processing seperti modulasi dan demodulasi juga dilakukan di modul ini.
  • Module Operation dan Maintenance (O&M) : Module ini paling tidak terdiri dari sebuah central unit yang mengatur kerja seluruh perangkat BTS. Untuk tujuan penaturan kerja ini, module ini dihubungkan  dengan BSC dengan menggunakan channel  O&M. Hal ini menagakibatkan module O&M dapat memproces command yang diberikan dari BSC atau dari MSC dan melaporkan hasilnya. Module O&M  juga memiliki sebuah Human Machine Interface (HMI) yang memungkinkan petugas untuk melakukan maintenance dan control BTS secara lokal (tanpa melalui BSC atau MSC).
  • Module Clock : Module ini sebenarnya termasuk bagian dari module O&M. Fungsi module ini adalah sebagai module yang men-generate dan mendistribusikan clock. Walaupun lebih banyak keuntungannya bila menggunakan reference clock dari sinyal PCM pada A-bis interface, tapi penggunaan internal clock di BTS adalah sebuah keharusan (mandatory), hal ini khususnya diperlukan bila sebuah BTS harus di-restart dalam kondisi standalone (tanpa koneksi ke BSC) atau ketika terjadi link failure yang mengakibatkan clock PCM-nya tidak tersedia.
  • Filter Input & Output : Module ini terdiri dari filter input dan filter output yang fungsinya untuk membatasi bandwidth sinyal yang diterima dan ditarnsmisikan oleh BTS. Filter input pada dasarnya adalah sebuah wideband filter yang non-adjustable (tidak dapat diatur-atur). Artinya pada arah uplink (dari MS ke BTS)  filter input ini akan menerima dan  melewatkan semua sinyal yang berada dalam rentang frekwensi GSM, baik itu frekwensi GSM 900, DCS 1800, ataupun PCS 1900. Berbeda dengan filter output yang berkerja pada arah downlink (dari BTS ke MS). Filter output adalah sebuah filter wideband yang adjustable, dimana filter ini akan membatasi bandwidth sinyal yang ditansmisikan oleh  BTS dalam rentang 200 kHz. Filter output juga dapat mengatur besar frekwensi yang akan digunakan oleh BTS untuk men-transmisikan sinyal ke MS. Perubahan besarnya frekwensi yang digunakna ini dapat dilakukan melalui module O&M.
B-interface adalah interface antara MSC dan VLR. Biasanya, MSC dan VLR adalah merupakan network element yang tergabung jadi satu. Pada saat awal GSM didesign, ada ide untuk menjadikan MSC dan VLR sebagai 2 network element yang terpisah. Tapi karena saat itu ditemukan banyak kekurangan pada protokol antara MSC dan VLR, maka hal ini memaksa untuk di-implementasikannya solusi proprietary (vendor specific sloution) sebagai interface antara MSC dan VLR. Karena itulah, sejak GSM pahse2 diperkenalkan pertama kalinya, B-interface tidak lagi dianggap sebagai interface external. sehingga B-interface tidak dijelaskan secara khusus pada Rekomsndasi GSM 09.02. Rekomendasi ini hanya menjelaskan panduan dasar bagaimana cara menggunakan B-interface.
Country Code (Kode Negara) adalah kode yang menunjukan lokasi geographis negara tempat seorang pelanggan telepon berada. Kode ini digunakan apabila seorang ingin menelepon pelanggan telepon lain yang terdapat pada Negara yang berbeda. Secara teknis, dalam sebuah proses pembangunan hubungan, kode negara ini akan digunakan untuk keperluan routing dan charging.
Beberapa contoh pemakaian kode negara adalah sebagai berikut :
  • Misalnya seorang pelanggan telepon di Jakarta (Indonesia) akan menelepon pelanggan telepon fixed line yang berada di kota Kuala Lumpur di Itali yang memiliki nomor telepon 456789. Maka yang harus didial oleh pelanggan telepon pemanggil yang berada di Jakarta adalah :
Kode Akses Internasional + Kode Negara Malaysia + Kode Area Kota Kuala Lumpur + nomor telepon pelanggan.

007 atau 001 atau 008 + 60 + 3 + 456789
  • Seorang pelanggan telepon di Jakarta (Indonesia) akan menelepon seorang pelanggan seluller Celcom di Malaysia dengan nomor 019123456. Maka yang harus didial pelanggan pemanggil yang berada di Jakarta adalah :

Kode Akses Internasional + Kode Negara Malaysia + Nomor Telepon Seluller Pelanggan.
007 atau 001 atau 008 + 60 + 19123456

Catatan :
  • prefix nol (digit nol di nomor telepon seluller-nya) pada contoh kedua tidak perlu didial lagi.
  • Kode Akses Internasional yang digunakan hanya 007 (Telkom) dan 001/008 (Indosat) , karena saat ini kode akses internasional yang ada di Indonesia hanya 3 kode akses ini.
  • Untuk kedua contoh di atas, Kode Akses International dapat diganti dengan karakter “+(tanda tambah). Jadi, untuk contoh yang pertama, nomor yang didial dapat diganti dengan : +603456789.
Table di bawah ini menunjukan list beberapa negara dan kode negara-nya.
Negara
Kode
Afghanistan
93
Albania
355
Algeria
213
American Samoa
684
Andorra
376
Angola
244
Anguilla
264
Antigua
268
Argentina
54
Armenia
374
Aruba
297
Ascension
247
Australia
61
Australian External Territories
672
Austria
43
Azerbaijan
994
Bahamas
242
Bahrain
973
Bangladesh
880
Barbados
246
Barbuda
268
Belarus
375
Belgium
32
Belize
501
Benin
229
Bermuda
441
Bhutan
975
Bolivia
591
Bosnia & Herzegovina
387
Botswana
267
Brazil
55
British Virgin Islands
284
Brunei Darussalam
673
Bulgaria
359
Burkina Faso
226
Burundi
257
Cambodia
855
Cameroon
237
Canada
1
Cape Verde Islands
238
Cayman Islands
345
Central African Republic
236
Chad
235
Chatham Island (New Zealand)
64
Chile
56
China (PRC)
86
Christmas Island
61
Cocos-Keeling Islands
61
Colombia
57
Comoros
269
Congo
242
Congo, Dem. Rep. of (Zaire)
243
Cook Islands
682
Costa Rica
506
Côte d’Ivoire (Ivory Coast)
225
Croatia
385
Cuba
53
Cuba (Guantanamo Bay)
5399
Curaçao
599
Cyprus
357
Czech Republic
420
Denmark
45
Diego Garcia
246
Djibouti
253
Dominica
767
Dominican Republic
809
East Timor
670
Easter Island
56
Ecuador
593
Egypt
20
El Salvador
503
Equatorial Guinea
240
Eritrea
291
Estonia
372
Ethiopia
251
Falkland Islands (Malvinas)
500
Faroe Islands
298
Fiji Islands
679
Finland
358
France
33
French Antilles
596
French Guiana
594
French Polynesia
689
Gabonese Republic
241
Gambia
220
Georgia
995
Germany
49
Ghana
233
Gibraltar
350
Greece
30
Greenland
299
Grenada
473
Guadeloupe
590
Guam
671
Guantanamo Bay
5399
Guatemala
502
Guinea-Bissau
245
Guinea
224
Guyana
592
Haiti
509
Honduras
504
Hong Kong
852
Hungary
36
Iceland
354
India
91
Indonesia
62
Iran
98
Iraq
964
Ireland
353
Israel
972
Italy
39
Jamaica
876
Japan
81
Jordan
962
Kazakhstan
7
Kenya
254
Kiribati
686
Korea (North)
850
Korea (South)
82
Kuwait
965
Kyrgyz Republic
996
Laos
856
Latvia
371
Lebanon
961
Lesotho
266
Liberia
231
Libya
218
Liechtenstein
423
Lithuania
370
Luxembourg
352
Macao
853
Macedonia (Former Yugoslav Rep of.)
389
Madagascar
261
Malawi
265
Malaysia
60
Maldives
960
Mali Republic
223
Malta
356
Marshall Islands
692
Martinique
596
Mauritania
222
Mauritius
230
Mayotte Island
262
Mexico
52
Micronesia, (Federal States of)
691
Midway Island
808
Moldova
373
Monaco
377
Mongolia
976
Montenegro
382
Montserrat
664
Morocco
212
Mozambique
258
Myanmar
95
Namibia
264
Nauru
674
Nepal
977
Netherlands
31
Netherlands Antilles
599
Nevis
869
New Caledonia
687
New Zealand
64
Nicaragua
505
Niger
227
Nigeria
234
Niue
683
Norfolk Island
672
Northern Marianas Islands
670
Norway
47
Oman
968
Pakistan
92
Palau
680
Palestine
970
Panama
507
Papua New Guinea
675
Paraguay
595
Peru
51
Philippines
63
Poland
48
Portugal
351
Puerto Rico
787
Qatar
974
Réunion Island
262
Romania
40
Russia
7
Rwandese Republic
250
St. Helena
290
St. Kitts/Nevis
869
St. Lucia
758
St. Pierre & Miquelon
508
St. Vincent & Grenadines
784
Samoa
685
San Marino
378
São Tomé and Principe
239
Saudi Arabia
966
Senegal
221
Serbia
381
Seychelles Republic
248
Sierra Leone
232
Singapore
65
Slovak Republic
421
Slovenia
386
Solomon Islands
677
Somali Democratic Republic
252
South Africa
27
Spain
34
Sri Lanka
94
Sudan
249
Suriname
597
Swaziland
268
Sweden
46
Switzerland
41
Syria
963
Taiwan
886
Tajikistan
992
Tanzania
255
Thailand
66
Timor Leste
670
Togolese Republic
228
Tokelau
690
Tonga Islands
676
Trinidad & Tobago
868
Tunisia
216
Turkey
90
Turkmenistan
993
Turks and Caicos Islands
649
Tuvalu
688
Uganda
256
Ukraine
380
United Arab Emirates
971
United Kingdom
44
United States of America
1
US Virgin Islands
340
Uruguay
598
Uzbekistan
998
Vanuatu
678
Vatican City
39
Venezuela
58
Vietnam
84
Wake Island
808
Wallis and Futuna Islands
681
Yemen
967
Zambia
260
Zanzibar
255
Zimbabwe
263
Closed User Group (CUG) adalah salah satu jenis supplementary service GSM yang memungkinkan pelanggan GSM yang menjadi anggota dari sebuah group CUG untuk hanya dapat menerima panggilan dan melakukan panggilan dari/ke sesama anggota sebuah Closed User Group. Jadi komunikasi hanya dapat dilakukan antara sesama anggota suatu CUG yang sama saja. Dalam sebuah jaringan suatu PLMN, anggota CUG akan terlihat seperti sekelompok pelanggan yang terpisah/terisolasi dari pelanggan PLMN lainnya. Seorang pelanggan dapat menjadi anggota 10 CUG yang berbeda.
Pada awalnya, service ini adalah service yang diimplementasikan pada jaringan komunikasi data, yang tujuannya untuk keamanan data dan jaringan, yaitu melindungi jaringan dari akses orang-orang yang tidak diinginkan (orang-orang yang tidak terdaftar sebagai anggota suatu group dalam jaringan tersebut). Dalam jaringan GSM, service ini dikembangkan lebih fleksible sehingga memiliki opsi yang memungkinkan anggota suatu CUG untuk dapat menerima telepon dari luar angggota CUG ataupun dapat melakukan pangggilan ke luar anggota CUG. Service CUG ini tidak berlaku bagi hubungan SMS, jadi anggota suatu CUG dapat saja menerima/mengirim SMS dari/ke pelanggan GSM yang bukan anggota CUG-nya.
CGI (Cell Global Identity) adalah sebuah identititas (ID) yang unik dari cell-cell dalam suatu jaringan seluler. Sebuah CGI untuk sebuah cell bersifat unik di seluruh dunia, artinya tidak akan ada 1 CGI yang dipakai oleh 2 (atau lebih) cell yang berbeda di seluruh dunia. Gambar di bawah ini menunujukan format penamaan CGI, yang terdiri dari :
  • LAC (Location Area Code) : adalah identifikasi yang digunakan untuk menunujukan kumpulan beberapa cell. Dalam sebuah PLMN yang sama, tidak boleh digunakan 1 LAC yang sama untuk 2 group cell yang berbeda. Sebuah LAC dapat digunakan dalam 2 (atau lebih) BSC yang berbeda, asalkan masih dalam 1 MSC yang sama. Informasi lokasi LAC terakhir dimana sebuah MS berada akan disimpan di VLR dan akan diupdate apabila MS tersebut bergerak dan memasuki area dengan LAC yang berbeda.
  • CI (Cell Identity) : adalah identifikasi sebuah cell dalam jaringan seluler. Dalam sebuah PLMN, CI yang sama dapat digunakan untuk 2 (atau lebih) cell yang berbeda, asalkan dalam LAC yang berbeda.
Berikut ini adalah contoh sebuah CGI sebagi identitas sebuah cell dalam PLMN Telkomsel : 510-10-168-50511.
Cell Broadcast (ETSI GSM Specification 03.41 V7.4.0 (2000-09) adalah teknologi yang memungkinkan sebuah pesan text (sama seperti SMS tapi disebut CBS atau Cell Broadcast Services) didikirimkan ke semua Mobile Station yang berada dalam coverage cell tertentu dalam jaringan GSM. Sebuah pesan cell broadcast dapat terdiri dari 93 characters. Teknologi ini untuk pertama kali didemonstrasikan di Paris pada tahun 1997.
Karena sifatnya yang dapat dikirimkan ke banyak MS sekaligus dan dapat diaktifkan untuk daerah tertentu saja, Cell Broadcast banyak digunakan sebagai media untuk menyampaikaninformasi kepada pelangganyang sifatnya terbatas hanya untuk wilayah/daerah tertentu saja, misalnya untuk  iklan (misalnya : bila seorang pelanggan memasuki area suatu mall yang termasuk dalam coverage cell tertentu, maka pelangganitu akan dikirimi pesan tentan informasi discount yang ada di mall tersebut) dan informasi cuaca dan suhu di suatu daerah.
Beda cell broadcast dengan SMS biasa ialah :
SMS Biasa
Cell Broadcast
Sifatnya “point to point” (MS - MS, atau MS - aplikasi)
Sifatnya “point to multi point” (CBS ke seluruh MS yang ada dalam coverage cell (kumpulan cell) tertentu.
Membutuhkan network element tambahan berus SMSC (SMS center)
Membutuhkan network element tambahan berupa CBC (Cell Broadcast Center)
Membutuhkan pesan konfirmasi dari MS.
Tidak membutuhkan pesan konfirmasi dari MS
Pesan akan diforward ke MSC dulu sebelum dikirimkan ke penerima.
Dari CBC pesan akan diforward langsung ke BSC-BTS-MS. Jadi tidak melalui MSC terlebih dahulu.
Gambar di atas menunjukan alur pengiriman pesan broadcast dari Cell Broadcast Center (CBC) sampai ke MS. Dari CBC, pesan broadcast akan dikirmkan ke BSC yang diinginkan. Melalui Abis-interface, BSC akan mem-forward broadcast pesan broadcast ini ke BTS-BTS yang diinginkan. Jika BTS-BTS tersebut memsupport SMSCB, maka pesan broadcast ini akan dikirimkan ke MS-MS yang ada dalama coverage BTS-BTS tersebut melalui Cell Broadcast Channel (CBCH).
Coaxial (Kabel Coaxial)  adalah kabel tembaga yang diselimuti oleh beberapa pelindung (pelindung luar, pelindung anyaman tembaga, dan isolator pelasting), dimana pelindung-pelindung tersebut memiliki fungsi sebagai berikut :
  • Pelindung luar; ini adalah bagian dari pelindung yang keras. Pelindung luar ini digunakana untuk melindungi kabel coaxial dari benturan phisik yang keras dan juga untuk melindungi dari gangguan hewan-hewan pengerat (sehingga bahannya biasanya dibuat dari bahan yang tidak disukai oleh hewan pengerat seperti tikus).
  • Pelindung berupa anyaman serat tembaga; untuk melindungi kabel dari EMI (ElectroMagnetic Interference) yang dihasilkan oleh kabel-kabel yang berada di sekitarnya, sehingga dapat menghasilkan kecepatan transmisi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kabel twisted-pair (yang sangat rentan terhadap interfensi dari luar kabel).
  • Isolator pelastik; untuk membantu menfilter sinyal-sinyal interferensi dari luar kabel sehingga inti kabel dapat dibuat bebas dari sinyal interferensi dari luar.
Gambar di bawah ini menunjukan gambar penampang kable coaxial secara umum.
Pada pertengahan tahun 1920-1n, kabel coaxial mulai digunakan, pada saat itu digunakan pada jaringan telepon sebagai media trasmisi trunk antar sentral telepon. Penggunaan kable coaxial yang significant berikutnya yaitu pada tahun 1950-an, dimana kabel coaxial digunakan sebagai kabel bawah laut untuk keperluan sambunganlangsung internasional.  Kemudian pada tahun 1960-1n, kabel coaxial digunakan dalam dunia data-processing. Data di bawah ini menunjukan kejeadian-kejadianpenting trekait dengan perkembangan kable coaxial di dunia.
  • 1880 : kabel coaxial dipatenkan di Inggris oleh Oliver Heaviside (hak paten no.1,407).
  • 1884 : Kable coaxial dipatenkan di Jerman oleh Ernst Werner von Siemens.
  • 1894: Oliver Lodge mendemonstrasikan pentransmisian sinyal di Royal Institut, US.
  • 1929 : Kabel coaxial modern yang pertama dipatenkan oleh Lloyd Espenschied dan Herman Affel   di US.
  • 1936 : Pentransmisian sinyal gambar TV dengan menggunakan coaxial pertama kali dilakukan, dari Berlin ke Leipzig.
  • 1936 : Kabel coaxial bawah laut pertama dibangun antara Melbourne dan Tasmania dengan jarak sekitar 300 km, dimana satu kabel dapat mentransmisikan 1 kanal broadcast dan 7 kanal telepon.
  • 1936 : AT&T menggelar jaringan kabel coaxial untuk telepon dan televisi antara New York dan Philadelphia, dimana ditempatkan sebuah booster otomatis setiap 10 mil-nya.
  • 1936 : Badan Post (sekarang menjadi British Telecom) menggelar kabel coaxial antara London dan Birmingham.
  • 1941 : Kabel coaxial digunakan pertama kali secara komersial di Amerika oleh AT&T yang menghubungkan Minneapolis dan Wisconsin.
  • 1956 : Kabel coaxial trans-Atlantic pertama digelar.
Kabel coaxial menghasilkan spectrum frekwensi yang lebih besar bila dibandingkan dengan kable twisted-pair. Kabel coaxial jaringan TV yang biasa dapat mensupport frekwensi 370 MHz. Sedangkan kabel coaxial terbaru yang sudah dikembangkan lebih baik seperti Hybrid Fiber Coax (HFC) dapat mensupport system dengan  frekwensi 750 MHz atau 1.0000 MHZ.
Dari segi kapasitas, kabel coaxial dapat menghasilkan kapasitas 370-1.000 kali lebih besar dari sebuah kable twisted-pair. Dengan kapsitas sebesar ini, kabel coaxial dapat digunakan sebagai sarana pada sebuah jaringan broadband. Besarnya kapasitas ini tergantung dari lokasi (standard yang berlaku di tempat tersebut). Pada system di Amerika Utara, setiap kanal TV kabel menggunakan bandwidth 6MHZ, sesuai dengan standard NTSC (National Television System Committee. Di Eropa, dengan standard PAL (Phase Alternate Line), bandwidth kanalnya ialah 8 MHz. Dengan bandwidth dan kapasitas yang lebih besar, kable coaxial juga akan mensupport system dengan service yang beragam, seperti voice, data, video dan multimedia.
Kabel coaxial juga menawarkan performance yang jauh lebih baik dari kabel twisted-pair, karena pelindung yang berupa ayaman tembaga pada kabel coaxial akan melindungi pusat kabel dari interferensi gelombang elektomagnetik yang berasal dari luar kabel, sehingga akan mengurangi terjadinya error/noise dan cross talk. Hal ini memungkinkan kabel coaxial untuk mencapai bit error rate sampai dengan 1/1.000.000.000. Intensitas error, noise dan crosstalk yang lebih kecil ini akan berdampak pada berkurangnya jumlah amplifier yang dibutuhkan untuk mengguatkan sinyal yang lemah sepanjang jalur transmisi, dimana dengan menggunakan kabel coaxial amplifer hanya dibutuhkan setip jarak 2,5 km.
CDPD (Cellular Digital Packet Data) adalah protocol packet data yang didesign utk sistem AMPS (antara 800 dan 900 MHz ) atau sebagai protocol untul sistem TDMA. CDPD dapat mengirimkan data dengankecepatan sampai 19,2 Kbps. CDPD didesign sebagai protocol packet data yang dapat digunakan dan dikembangkan pada sistem yang analog yang sudah ada (AMPS) saat itu. Hal ini dilakukan dengan menggunakan standard umum untuk memmanfa’atkan bandwidth yang tidak terpakai di sisi radio interface (interface antara service provider dan MS). Bandwidth yang tidak terpakai ini adalah akibat adanya jeda (diam) dalam suatu percakapan dan juga pada saat sebuah call akan handover dari satu cell ke cell lainnya. Pada saat periode tanpa aktivitas percakapan ini, resource di radio interface dapat dimanfa’atkan untuk mengirimkan packet data.
CDPD termasuk protocol yang berorientasi connectionless. CDPD adalah service network multiprotocol yang menyediakan konecksi wireless device ke inetrnet. Keuntungan utama CDPD ialah ia didesign utk beroperasi sebagai extension pada jaringan seluler existing, sehingga setiap aplikasi yang dikembangkan untuk CDPD dapat dijalankan pada jaringan yang berbasis IP.
Gambar di bawah ini menunjukan sebuah jaringan CDPD. Terlihat sebuah mobile user memiliki sebuah device CDPD yang biasanya disediakan oleh operator jaringan seluler. Tergabung dengan base station adalah element CDPD seperti base station mobile CDPD dan System data intermediate mobile CDPD. Dalam arsitektur gambar di bawah, semua voice call akan diswith ke bagian jaringan telco dan trafic data akan dikirimkan ke jaringan router CDPD.


Konsep CDPD pertama kali diperkenalkan pada tahun 1992. Dalam perkembangannya CDPD memiliki pelanggan yang sangat terbatas. AT&T Wireless adalah perusahaan yangpertama kali menawarkan service CDPD di Amerika Serikat dengan menggunakan merek dagang PocketNet. Pada tahun 2004 sebagian besar service CDPD di Amerika serikat berhenti. hal ini lebih dikarenakan kompetisi yang terlalu ketat dengan teknologi penghantar data lainnya yang lebih baik dari CDPD.
CT2 adalah generasi kedua dari system cordless telepon yang sudah menggunakan system digital.. CT2 mulai diperkenalkan pad atahun 1989 di Inggris. Standar CT2 mendefinisikan bagaimana sebuah Cordless Fixed Part (CFP : identikdengan base station) dan Cordless Portable Part (CPP : identik dengan portable handset) dapat berkomunikasi melalui gelombang radio.
Standar ini mendifinisikan 3 layer signaling di air interface dan tekni speech coding yang digunakan. .
Layer 1 mendifinisikan TDD teknik, data multiplexing, dan inisiasi link.
Layer 2 mendifinisikan tentang data acknowledment dan error correction.
Layer 3 mendifinisikan protocol yang digunakan untuk menghubungkan system CT2 ke jaringan PSTN. Tabel di bawah ini memuat beberapa spesifikasi teknis air interface CT2.
Cordless Telephone System adalah sebuah system komunikasi telepon full duplex yang menggunakan gelombang radio untuk menghubungkan sebuah portable handset dengan sebuah dedicated base station (transceiver yang berada di rumah user) yang terhubung dengan sebuah jariangan PSTN. Dengan kata lain, dapat dikatakan kalau cordless telephone ialah system PSTN yang mengganti handaset yang tetap (tidak dapat diba-bawa) dengan menggunakan handset yang dapat dibawa-bawa (mobile handset). Pada awalnya mobilitas handset cordless hanya dalam jarak 10 meteran, kemudian berkembang menjadi dapat menjangkau sebuah kota yang luas seperti London dan Hong Kong.
CT2 adalah salah satu dari contoh teknologi cordless yand dapat dikategorikan dalam generasi kedua dari cordlsess system , CT2 pertama kali diperkenalkan di Inggris pada tahun 1989. Berikutnya, pada tahun 1992, ETSI (European Telecommunication Standart Intitute) merampugkan sebuah standart sebuah standart universal untuk system cordless yang diberi nama DECT ( Digital European Cordless Telephone). Tabel berikut ini memuat spesifikasi teknis beberapa contoh teknologi cordless telepon.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar